Pernakah kah kau kembali mengingat malam itu? dimana terukir dalam ingatan dan benakmu? Kalau tidak biarlah aku saja yang mengingat itu. Saat pertemuan dua hati ketika aku sulit berfikir logis serta mulutku bagai gagap berbicara. Seakan Terkunci rapat. Untuk mengucap serta memuji sosok perempuan polos, lugu dan indah. Apakah kau tahu sosok perempuan itu? Ya itu adalah dirimu.
Saat malam itu dimana kita bertemu saling melempar canda tawa tanpa sekat serta bilik pemisah untuk berkomunikasi antara dua hati. Sulit digambarkan secara tepat dan cepat. Bianglala malam membuat kita hanyut dalam hangat dan akrab. Kita sama tahu bahwa hawa dingin menyelimuti tempat itu. Banyak orang disekeliling keakraban kita. Melihat kita penuh heran,curiga serta tanya.
Disela perbincangan. Aku dibuat kembali terhanyut dalam semesta mu, namun yang terindah adalah wajahmu. Hadir dalam nyata. Penuh makna dalam damba. Semua nyata tak kuasa ku tahan. Banyak rindu yang tak terlukiskan memenuhi wajahmu. Yang selalu menjadi bunga tidur. Sekarang kau datang dengan utuh, dan kemudian membuat ku runtuh. Kembali
Sepertinya malam itu Tuhan membuat skenario terbaik dalam segala hal tentang pertemuan kita, aku tahu betapa pun pertemuan kita saat malam itu membekas dibenak-ku. Aku selalu tahu diri betapa aku tak bisa mengucapkan kata-kata pengiyaan hatiku atas perasaanku kepadamu, aku terlalu malu serta canggung bila aku ucapkan meskipun juga aku tahu bahwa aku salah ataupun tak bernyali dalam urusan melibatkan hati.
Kau memintaku memainkan gitar saat malam indah itu, meskipun aku tak kuasa menolak permintaanmu. Sambil kau mempersembahkan senyum penuh makna. Aku terpana dalam jujur. Aku dibuat tersipu pada semua yang kau perlihatkan padaku. Bukannya aku tak bisa memainkan gitar pada malam itu. Aku menjadi gugup menghadapi keadaan itu. Jantung berdegup kencang serta perasaan berkecamuk hebat. Konsentrasi ku pun buyar dan aku dilanda gagap.
Ingin rasanya tangan ini berada disela-sela jari indahmu. Menggenggam tanganmu untuk aku representasikan sebagai gejolak malam itu. Rasanya nyaliku tak sebesar dengan lelaki lain. Yang siap menggandeng tangan dan jemari indah perempuan terbaiknya. Layaknya seperti seorang pangeran yang menggandeng tangan putri tercantiknya. Andai saja aku bisa melakukannya. Begitu berbunga hati ini. Asmara memang terlalu indah dirasa.
Entah kau tahu atau tidak. Sepertinya langit pun turut menyambut kedatangan mu. Dengan hangat penuh lekat pada setiap kelip lampu kota. Diatas sebuah saung sederhana penuh cerita. Nyaman rasanya berada di dekatmu. Melihat kau tertawa riang. Serasa aku tak ingin kau pergi walau sejangkal pun. Aku tak kuasa membayangkannya. Bagai magnet aku ditarik mendekat olehmu. Ingin ku dekap dirimu. Tapi aku takut kau menganggap itu sebagai sekap.
Beruntunglah aku. Bisa mengabadikan potret dirimu walau dalam galeri album pada ponselku. Namun hasilnya tak akan sepadan dengan kenangan, kesan, serta pesan, dalam speaksifikasi sebuah megapixel dan resolusi kamera buatan manusia. Tentulah pemilik kesempurnaan dan keindahan sejati di miliki sang pencipta. Semua gambaran detail dunia tersimpan dengan rapi tanpa cecer. Saat bayang sepi datang menjemput untuk ku. Pada suatu saat nanti. Semua adalah sebuah cerita kau dan aku. Walau berharap suatu saat nanti menjadi sebuah ‘kita’. Itu harap ku. Tak apa lah walau angan serta harap. Itu sudah cukup. Bagiku.
Bahasa yang dipakai puitis sekali. Saya suka saya suka ! ��
BalasHapusBtw, dapet inspirasi dari mana ?
Dari membaca buku saja mbak desy.
HapusSemoga selalu sehat mbak desy. 👍