Langsung ke konten utama

Sisi Terlemah

Setiap manusia pasti mempunyai sisi terlemah dalam dirinya. Tak bisa dipungkiri saat  kita sendiri. Tak ada sahabat untuk berbagi semua keluh kesah, saat itu pula perasaan   bisa berubah tak menentu. Rasa apakah gerangan ini? Cemas, gelisah atau gundah kah? pastinya setiap orang pernah mengalami hal yang sama. Tanpa disangka aku begitu melankolis saat kembali bertubrukan dengan masa lalu. Datang sesuka hati menghampiri. Dulu aku begitu rapuh saat dilanda perasaan ini. Namun di lain pihak kenangan lah yang membuat kita selalu bersyukur. Untuk senantiasa mengambil hikmah dari setiap kejadian. Dan tak kalah hebatnya sebagai guru untuk masa yang akan datang.
Pernah kah kalian tanpa sebab memikirkan suatu hal? seseorang atau kenangan yang terus saja hilir-mudik dalam benakmu? sebuah potret wajah kau rindukan dan kau nantikan datangnya? walau hanya datang dalam lamunan belaka? Yang menyusup saat malam panjang, tenang dan sunyi. Rasanya cepat sekali ingatan ini merekam gambaran tentang dirinya,. Sebuah rasa tanpa jeda, titik ataupun koma. Saat rasa ini datang aku seperti tak memiliki sebuah tameng untuk menghadapi beribu rasa. Menghunusku tanpa ampun setiap ku mengingatnya. 
Tepatnya aku kembali teringat dengan masa lalu. Terasa perih bila di ingat namun sangat disayang kan bila diabaikan. Ya begitu lah kenangan. Muncul tak pernah permisi, tak mengenal waktu dan tempat. Perlahan bisa kita ditepikan. Saaat diri ini nyaman pada hati yang kita sudah mantap kita singgahi. Namun juga terima kasih tak henti ku ucapkan pada kenangan. Atas segala yang di berikan. Untuk aku simpan saat ingin mengingat kembali dan aku membukanya bila rindu sudah menderu.
Mungkin rasa ini tak bernama. Sebagaian orang berkata rasa ini membuat perasaan berubah drastis tak menentu. Bisa senang juga sedih ataupun keduanya bercampur satu. Aku pun pernah mengalaminya. Kedua perasaan bergabung menjadi satu. Membuat dada seakan sesak menampung berbagai rasa. Sekali lagi aku gagal paham dengan rasa ini.
Aku seperti mati rasa dengan masa lalu. Sekaan serasa dingin dan sudah membeku dibuatnya. Namun pada akhirnya mencair. Saat tanpa suatu tanda apapun kau hadir membuka pintu hati ini. Rasanya aku kembali terbangun dari tidur panjang terhadap kenangan masa lalu. Kau datang dengan teduh saat diriku butuh payung dalam teriknya kepiluan. Dirimu membangunkan ku dengan lembut. Aku bergumam sembari menatap matamu “Wahai masa lalu, aku akan menipakan mu. Ada yang datang menyambutku. Sekarang juga akan ku simpan kau di lemari kenangan ku. Masa lalu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagas yang sedang kasmaran.

 Di suatu siang terik saat jam menunjukan angka 13.00. Bagas berjalan menerjang panasnya matahari yang membuat ubun-ubunnya terus berdenyut. Langkahnya seakan lebar untuk bisa sampai tepat waktu karena pada jam 13.50 dia ada sebuah kelas. Memang jarak tempat dia kost dan kampusnya tidak jauh. Namun yang dikhawatirkan oleh dia bukan panas atau pun lainnya, melainkan ada tugas perdana dari dosen yang belum sempat dia kerjakan. Tugasnya tak susah, hanya meringkas sebuah jurnal yang ditulis tangan 1 lembar kertas A4. Bisa jurnal nasional ataupun luar negeri. Namun pesan dosen akan lebih kalau dari luar negeri. Dalam pemilihan judul pun dibebaskan oleh dosen asal jangan melenceng dari disiplin ilmu yang dia pelajari. Dengan nafas terengah dan tubuh seakan bermandikan keringat dia sudah sampai di depan kelas. Masih ada waktu 35 menit baginya untuk mengerjakan pekerjaan kuliahnya.              Dengan cekatan dia mengelurkan selembar kertas A4 ya...