Setiap manusia pasti mempunyai sisi terlemah dalam dirinya. Tak bisa dipungkiri saat kita sendiri. Tak ada sahabat untuk berbagi semua keluh kesah, saat itu pula perasaan bisa berubah tak menentu. Rasa apakah gerangan ini? Cemas, gelisah atau gundah kah? pastinya setiap orang pernah mengalami hal yang sama. Tanpa disangka aku begitu melankolis saat kembali bertubrukan dengan masa lalu. Datang sesuka hati menghampiri. Dulu aku begitu rapuh saat dilanda perasaan ini. Namun di lain pihak kenangan lah yang membuat kita selalu bersyukur. Untuk senantiasa mengambil hikmah dari setiap kejadian. Dan tak kalah hebatnya sebagai guru untuk masa yang akan datang.
Pernah kah kalian tanpa sebab memikirkan suatu hal? seseorang atau kenangan yang terus saja hilir-mudik dalam benakmu? sebuah potret wajah kau rindukan dan kau nantikan datangnya? walau hanya datang dalam lamunan belaka? Yang menyusup saat malam panjang, tenang dan sunyi. Rasanya cepat sekali ingatan ini merekam gambaran tentang dirinya,. Sebuah rasa tanpa jeda, titik ataupun koma. Saat rasa ini datang aku seperti tak memiliki sebuah tameng untuk menghadapi beribu rasa. Menghunusku tanpa ampun setiap ku mengingatnya.
Tepatnya aku kembali teringat dengan masa lalu. Terasa perih bila di ingat namun sangat disayang kan bila diabaikan. Ya begitu lah kenangan. Muncul tak pernah permisi, tak mengenal waktu dan tempat. Perlahan bisa kita ditepikan. Saaat diri ini nyaman pada hati yang kita sudah mantap kita singgahi. Namun juga terima kasih tak henti ku ucapkan pada kenangan. Atas segala yang di berikan. Untuk aku simpan saat ingin mengingat kembali dan aku membukanya bila rindu sudah menderu.
Mungkin rasa ini tak bernama. Sebagaian orang berkata rasa ini membuat perasaan berubah drastis tak menentu. Bisa senang juga sedih ataupun keduanya bercampur satu. Aku pun pernah mengalaminya. Kedua perasaan bergabung menjadi satu. Membuat dada seakan sesak menampung berbagai rasa. Sekali lagi aku gagal paham dengan rasa ini.
Aku seperti mati rasa dengan masa lalu. Sekaan serasa dingin dan sudah membeku dibuatnya. Namun pada akhirnya mencair. Saat tanpa suatu tanda apapun kau hadir membuka pintu hati ini. Rasanya aku kembali terbangun dari tidur panjang terhadap kenangan masa lalu. Kau datang dengan teduh saat diriku butuh payung dalam teriknya kepiluan. Dirimu membangunkan ku dengan lembut. Aku bergumam sembari menatap matamu “Wahai masa lalu, aku akan menipakan mu. Ada yang datang menyambutku. Sekarang juga akan ku simpan kau di lemari kenangan ku. Masa lalu.
Komentar
Posting Komentar